Pondok Pesantren Aqobah International School (PP. AIS) kembali menyelenggarakan AIS-IST (AIS International Scientific Talk) sebagai agenda bulanan berbasis riset dan pengembangan pendidikan global. Pada edisi Desember ini, kegiatan menghadirkan narasumber utama Miss Sanny Murti Vinandari, M.Pd., guru kimia AIS, yang membagikan hasil risetnya mengenai “Entrepreneurial STEM Education: Enhancing Students’ Resourcefulness and Problem-solving Skills.”
Kegiatan ini menjadi salah satu praktik nyata komitmen AIS dalam membangun sistem pembelajaran inovatif yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pengembangan karakter kemandirian dan keterampilan berpikir. Miss Sanny mengungkap bahwa pendekatan berbasis STEM-Kewirausahaan mampu melatih siswa untuk berpikir kreatif, menyusun solusi, mempresentasikan ide, bahkan menguji kelayakan rencana dalam bentuk sederhana.
“Sebagai pemateri saya merasa sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memaparkan hasil riset mengenai pengaruh STEM-Kewirausahaan yang telah saya terapkan di kelas. Melalui program ini, ilmu saya sebagai seorang pengajar menjadi lebih luas untuk terus berinovasi dalam metode masa kini yang cocok diterapkan di kelas,” ungkapnya.
Sesi diskusi menjadi bagian paling menarik. Ms. Elisa Kholifatur R, S.Pd. bertanya tentang tantangan terbesar dalam menerapkan metode ini. Miss Sanny menjelaskan bahwa hambatan utama berada pada proses memilih ide penyelesaian masalah. “Siswa SMP memiliki ide begitu luas, namun belum memahami cara menyeleksi ide tersebut. Maka tugas guru adalah membantu memilih ide yang paling memungkinkan diwujudkan,” jelasnya.
Pertanyaan juga datang dari Direktur AIS, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., mengenai tips bagi guru yang ingin menerapkan metode STEM-Kewirausahaan. Miss Sanny menekankan pentingnya menyesuaikan pendekatan berdasarkan jenjang. “Jika diterapkan pada siswa SMP, buatlah LKS detail berisi instruksi langkah demi langkah. Sedangkan untuk siswa SMA, guru dapat memberikan instruksi langsung tanpa LKS khusus dan tetap efektif,” paparnya.
Melalui AIS-IST, PP. AIS kembali menunjukkan kesungguhannya dalam menyiapkan generasi global yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi berbagai persoalan nyata dengan cara berpikir kreatif dan solutif. Program ini mendorong siswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengolah ide, mencoba, mempresentasikan, hingga menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan riset sebagai budaya belajar, AIS terus menghadirkan pembelajaran berkualitas yang membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan yang solutif dan berdaya saing global.