PP. Aqobah International School (PP.AIS) menggelar agenda Penyambutan Guru Tamu Internasional, Ms. Chelsea Piper, pendidik asal Australia yang akan mengajar di AIS selama enam bulan, mulai November 2025 hingga April 2026. Acara berlangsung pada Senin siang pukul 11.00 di Aula AIS, dalam suasana yang hangat, penuh antusiasme, dan sarat inspirasi. Kehadiran Ms. Chelsea disambut langsung oleh Direktur PP.AIS, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., serta Ketua Yayasan Aqobah, Gus H. Akhmad Kanzul Fikri, M.Pd., yang menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas terjalinnya kolaborasi internasional ini.
Dalam sambutannya, Ms. Chelsea menyampaikan pesan yang kuat namun sederhana kepada para santri: ambil setiap kesempatan, sekecil apa pun. Menurutnya, peluang sering datang tanpa disadari, sehingga keberanian mengambil langkah adalah kunci berkembangnya potensi seseorang. Pesan tersebut seketika menghidupkan suasana Aula AIS dan mendorong para santri untuk berani bermimpi serta memujudkanya.
Suasana semakin menarik ketika sesi tanya jawab dibuka. Pertanyaan pertama datang dari Khoirun Najla, santri kelas XI AIS, yang penasaran mengenai alasan Ms. Chelsea memilih Indonesia sebagai tempat mengajar. Dengan penuh kehangatan, Ms. Chelsea menjelaskan bahwa kecintaannya pada Indonesia bermula sejak kecil, ketika ia pertama kali mengunjungi Bali bersama orang tua, dan pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam yang membuatnya ingin kembali suatu hari nanti.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Shefa Kindi Illiyyin, santri kelas VIII AIS, yang ingin mengetahui tantangan terbesar Ms. Chelsea selama berada di Indonesia. Dengan senyum ramah, Ms. Chelsea mengakui bahwa bahasa Jawa menjadi tantangan tersulit baginya karena banyak masyarakat yang menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Jawaban ini mengundang tawa ringan dari para santri sekaligus menegaskan nilai penting keberagaman bahasa dalam interaksi lintas budaya.
Setelah sesi utama berakhir, beberapa santri berbagi kesan pribadi. Rasya Kharisma Haturi M., panitia kegiatan, mengaku mendapatkan motivasi baru setelah mengetahui bahwa Ms. Chelsea ternyata memiliki gelar sarjana Bahasa Indonesia dari sebuah universitas di Sydney. Informasi ini membuat Rasya semakin bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran IELTS dan mengejar mimpinya melanjutkan studi ke University of Queensland di Australia. Ia juga berharap agar Ms. Chelsea merasa betah selama menjalani kegiatan di lingkungan pesantren.
Di sisi lain, Shefa Kindi Illiyyin merasakan pengalaman berharga setelah mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan guru tamu internasional tersebut. Ia mengaku senang dapat mempelajari cara pengucapan bahasa Inggris khas Australia dan berterima kasih atas jawaban serta perhatian yang diberikan Ms. Chelsea selama sesi tanya jawab.
Kehadiran beliau memberi kesempatan istimewa bagi santri AIS untuk belajar langsung dari native speaker, memperkuat kemampuan bahasa Inggris, budaya global, dan persiapan IELTS. Dengan penuh harapan dan rasa hormat, AIS menyambut Ms. Chelsea Piper sebagai bagian dari keluarga besar Aqobah International School. Semoga enam bulan ke depan menjadi pengalaman bermakna bagi seluruh civitas AIS dan semakin mengukuhkan AIS sebagai lembaga pendidikan pesantren modern yang siap bersaing di tingkat internasional.