PP. Aqobah International School (PP.AIS) kembali menghadirkan suasana internasional melalui penyambutan Guru Tamu Internasional, Kanoko Sensei dari Jepang. Acara yang berlangsung pada 26 November 2025 pukul 11.00 di Aula AIS ini disambut hangat oleh para santri dan menjadi kesempatan istimewa untuk mengenal budaya Jepang secara langsung.
Kehadiran Kanoko Sensei disambut langsung oleh Direktur PP.AIS, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kesediaan beliau berbagi wawasan budaya Jepang. Sambutan menjadi semakin meriah dengan penampilan silat oleh santri AIS sebagai bentuk penghormatan dan perkenalan budaya Indonesia kepada tamu internasional. Melalui kunjungan ini, para santri diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan mengambil nilai-nilai positif dari budaya negeri sakura.
Dalam pemaparannya, Kanoko Sensei berbagi kebiasaan masyarakat Jepang yang dikenal dengan kedisiplinan tinggi dan komitmen menjaga kebersihan lingkungan. Ia menggambarkan bagaimana masyarakat Jepang menanamkan kerapian, tanggung jawab, serta kebiasaan menjaga ruang publik tetap bersih sejak usia dini. Pesan ini memberikan inspirasi bagi para santri untuk menerapkan kebiasaan serupa dalam kehidupan sehari-hari.
Momen paling menarik dari kunjungan Kanoko Sensei adalah demo pemakaian Yukata. Ia menunjukkan langkah-langkah mengenakan Yukata dengan benar, menjelaskan maknanya, serta mengajak beberapa santri untuk mencoba secara langsung. Suasana menjadi sangat interaktif karena para santri dapat merasakan pengalaman budaya Jepang secara nyata melalui pakaian tradisional tersebut.
Khoirun Najla (Santri Kelas XI AIS) mengajukan pertanyaan tentang perbedaan dua pakaian tradisional Jepang. “Apa sih bedanya kimono dan yukata, Sensei?” Kanoko Sensei menjawab:“Kimono itu pakaian formal dengan bahan lebih tebal, sedangkan Yukata lebih tipis dan digunakan pada musim panas untuk suasana yang lebih santai.”Jawaban ini membantu santri memahami fungsi dan konteks penggunaan kedua pakaian tersebut.
Rayyan Nizar Razani (Santri Kelas X AIS) bertanya mengenai culture shock yang dialami saat tiba di Indonesia. Kanoko Sensei menjelaskan bahwa kemacetan merupakan hal yang paling mengejutkan baginya, berbeda jauh dengan kondisi lalu lintas yang teratur di Jepang. Jawaban ini memunculkan tawa hangat sekaligus memberikan gambaran perbedaan budaya antara kedua negara.
Para santri mengaku sangat menikmati kegiatan ini, terutama karena berkesempatan belajar langsung dari native speaker Jepang dan mencoba mengenakan Yukata. Kunjungan singkat Kanoko Sensei memberikan pengalaman berharga tentang budaya internasional dan memperkaya wawasan global para santri AIS.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen AIS dalam menghadirkan pendidikan berwawasan internasional, memperluas pengalaman belajar, serta membentuk generasi santri yang terbuka, berkarakter, dan siap berinteraksi di lingkungan global.