Sabtu, 8 Maret 2025, Ada yang unik dalam Ujian Tengah Semester (UTS) PKN semester genap di Pondok Pesantren Aqobah International School (PP. AIS). Jika biasanya ujian identik dengan soal-soal tertulis, kali ini kelas 7 menampilkan kreativitas mereka dalam Civics Book Exhibition bertema Cultural Change in Indonesia: Strategic Way to Preserve National Identity.
Di bawah bimbingan Ms. Zuhrotun Nisa, S.Pd., para santri tidak hanya belajar sejarah melalui buku, tetapi juga menghadirkannya dalam bentuk buku pop-up interaktif yang mereka rancang sendiri. Mereka mengeksplorasi perubahan budaya di Indonesia dari waktu ke waktu, seperti evolusi kuliner, permainan tradisional yang mulai tergeser teknologi, hingga perkembangan cara beribadah dalam masyarakat.
Pameran ini tidak hanya sebagai wadah berbagi ilmu, tetapi juga sebagai ajang untuk mengasah kompetensi 4C para santri, yaitu kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, dan komunikasi. Melalui proyek ini, mereka belajar bekerja dalam tim, menuangkan ide ke dalam buku, menganalisis informasi, serta melatih keberanian dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada pengunjung dan guru. Selain itu, pameran ini membuka kesempatan bagi santri lain untuk menyelami sejarah budaya Indonesia secara visual dan interaktif, menjadikan pembelajaran lebih hidup dan berkesan. Dengan metode ini, mereka tidak sekadar menghafal fakta sejarah, tetapi benar-benar merasakan dan memahami dinamika perubahan budaya di sekitar mereka.
Menurut Ms. Zuhrotun Nisa, perjalanan menuju pameran ini tidak selalu mulus. Dinamika kelompok menjadi tantangan tersendiri, di mana santri harus belajar berkompromi dan menyesuaikan ide dengan teman satu tim. Namun, hasil akhirnya justru melebihi ekspektasi. “Saya awalnya hanya meminta mereka fokus menyelesaikan buku pop-up, tanpa perlu terlalu memikirkan dekorasi booth atau gimmick tambahan. Tapi luar biasa, hampir semua kelompok justru menambahkan elemen kejutan seperti snack khas daerah, miniatur replika budaya, hingga permainan interaktif untuk menarik pengunjung! Mereka benar-benar berusaha memberikan pengalaman terbaik,” ungkapnya dengan bangga. Ia berharap pameran ini tidak hanya menambah wawasan santri, tetapi juga membentuk keterampilan sosial, kepemimpinan, serta problem-solving yang akan sangat berguna dalam kehidupan mereka ke depan.
Antusiasme tinggi terlihat dari para pengunjung, baik santri maupun guru. Mereka aktif bertanya dan menikmati pengalaman interaktif yang disajikan setiap kelompok. Bahkan, ada yang rela mengantri untuk mencoba games dan melihat replika budaya yang ditampilkan! Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., Direktur PP. AIS, sangat mengapresiasi kreativitas para santri dalam pameran ini. “Metode pembelajaran seperti ini sangat luar biasa. Santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan yang akan mereka butuhkan di masa depan. Saya sangat bangga dengan usaha dan inovasi mereka dalam menyusun proyek ini. Harapannya, metode seperti ini dapat terus dikembangkan agar pembelajaran semakin bermakna dan menyenangkan.”
PP. AIS membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus terbatas pada teori dan ujian tertulis. Dengan pendekatan inovatif seperti Civic Book Exhibition, santri dapat belajar dengan lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Metode ini tidak hanya memperdalam pemahaman mereka tentang sejarah dan budaya, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan terus menghadirkan inovasi dalam pendidikan, PP. AIS berkomitmen untuk mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi identitas bangsa.