Selasa, 30 Desember 2025, Pondok Pesantren Aqobah International School (PP.AIS) menjadi saksi terselenggaranya kegiatan debat kandidat Ketua AISO (AIS Organization) tahun 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian pemilihan umum santri yang diselenggarakan secara demokratis sebagai bentuk pembelajaran kepemimpinan, partisipasi, demokrasi dan tanggung jawab di lingkungan pondok.
Enam orang kandidat dari jenjang kelas XI SMA terpilih melalui proses seleksi internal dan berhak maju ke panggung debat terbuka. Terdapat tiga kandidat dari asrama putra, yaitu M. Nadhir Amrullah, M. Amril Hasan, dan Fatan Nasril Kamal; serta tiga kandidat dari asrama putri, yakni Jazeera Salsabila H., Nayla Syahla A., dan Aishna Vihirzika E. Masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta program unggulan di hadapan seluruh santri dan dewan guru yang hadir.
Jalannya debat berlangsung secara tertib dan dinamis. Setiap kandidat tampil percaya diri, menyampaikan gagasan dengan argumentasi yang tajam namun tetap santun. M. Nadhir Amrullah menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kolektif serta program pembinaan karakter santri yang terstruktur. M. Amril Hasan membawa semangat “Santri Aktif, Pondok Produktif” dengan fokus pada penguatan literasi dan pemberdayaan divisi-divisi AISO. Adapun Fatan Nasril Kamal mengusulkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung transparansi dan efisiensi kinerja organisasi.
Dari santri putri, Jazeera Salsabila H. mengangkat pentingnya keseimbangan antara kedisiplinan dan prestasi, melalui semboyan “Bersatu dalam Tertib, Berprestasi dalam Ridha.” Nayla Syahla A. hadir dengan gagasan sosial “Santri Peduli Santri” yang mendorong kepedulian antaranggota pondok sebagai bagian dari pembentukan karakter. Sementara itu, Aishna Vihirzika E. menawarkan pendekatan kepemimpinan yang tegas, terorganisir, serta menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan amanah.
Direktur PP.AIS, Bapak Masrul Hidayatullah, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan debat ini. Beliau menyatakan, “Saya sangat bangga melihat bagaimana para santri tampil dalam debat ini. Ini bukan sekadar ajang rebutan kursi, melainkan wadah pembelajaran kepemimpinan yang sesungguhnya. Mereka berani berbicara, berani berbeda pendapat, dan tetap menjunjung tinggi adab. Inilah ciri khas santri Aqobah—berani, cerdas, dan berkarakter.”
Salah satu kandidat putri, Aishna Vihirzika E., turut menyampaikan pandangannya pascadebat. “Saya merasa terhormat dapat berdiri bersama dua kandidat luar biasa lainnya. Bagi saya, kepemimpinan bukanlah sekadar posisi, melainkan konsistensi dan keteladanan. Jika Allah memberi amanah ini, saya akan berupaya menjaga ritme kegiatan santri putri tetap terarah dan berdampak positif,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh M. Nadhir Amrullah dari kubu putra. Ia menuturkan, “Debat ini bukan tentang siapa yang paling fasih berbicara, tetapi siapa yang paling siap bekerja. Saya tidak membawa janji kosong, melainkan program yang realistis, kolaboratif, dan fokus pada kedisiplinan serta kekompakan santri.”
Pemungutan suara untuk memilih Ketua AISO 2025 akan dilaksanakan pada tanggal 6 juli 2025 secara terbuka oleh seluruh santri. Hasilnya akan menentukan siapa yang akan memegang amanah sebagai nahkoda organisasi santri putra dan putri selama satu tahun ke depan. Terlepas dari siapa yang terpilih, proses ini menunjukkan bahwa PP.AIS tidak hanya mencetak santri yang taat dan cakap, tetapi juga menyiapkan pemimpin masa depan yang visioner, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.