Aqobah International School (AIS) kembali mencetak prestasi gemilang dengan diterimanya beberapa santri kelas XII di universitas-universitas ternama. Keberhasilan ini menunjukkan kualitas pendidikan dan dedikasi para santri yang terus berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi adik kelas mereka.
Salah satu santri berprestasi adalah Kartika Amelia Permatasari, yang berhasil meraih impian besarnya dengan diterima di program Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Malang. Kartika, yang dikenal dengan ketekunannya dalam belajar dan kepeduliannya terhadap kesehatan, berharap dapat menjadi dokter yang tidak hanya handal secara medis tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. “Saya selalu bermimpi menjadi dokter yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Diterima di Universitas Muhammadiyah Malang adalah langkah awal untuk mewujudkan mimpi tersebut,” ujarnya dengan penuh semangat. Dalam kesehariannya di pondok, Kartika sering terlihat membantu teman-temannya dalam belajar dan aktif di kegiatan sosial pesantren, mencerminkan jiwa kepemimpinannya sejak dini.
Moh. Rafa Arabiey menunjukkan minatnya yang kuat dalam bidang hukum dengan diterima di Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Rafa, yang dikenal sebagai sosok yang tegas dan penuh integritas, bertekad untuk mendalami hukum tata negara dan berkontribusi dalam penegakan hukum yang adil di Indonesia. “Indonesia membutuhkan hukum yang kuat dan adil. Saya ingin menjadi bagian dari perubahan positif tersebut,” ujar Rafa dengan penuh keyakinan. Di pondok, Rafa sering memimpin diskusi dan debat mengenai isu-isu hukum dan kebijakan, memperlihatkan kemampuannya dalam berpikir kritis dan analitis.
Sementara itu, Arrafa Brilliyanti Mahira, dengan ketertarikan yang besar dalam bahasa dan pendidikan, berhasil diterima di Jurusan Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Arrafa, yang sering menjadi tutor bahasa Inggris bagi teman-temannya, bermimpi untuk menjadi pendidik yang mampu menginspirasi dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa-siswanya di masa depan. “Mengajar adalah panggilan jiwa saya. Saya ingin membantu generasi muda Indonesia menguasai bahasa Inggris agar mereka bisa bersaing di kancah internasional,” ungkap Arrafa dengan penuh harap. Kegigihannya dalam belajar dan mengajar telah menjadi teladan bagi banyak santri lainnya.
M. Fairuza Ilman, dengan semangatnya dalam bidang ekonomi dan hukum, diterima di Jurusan Hukum Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan. Fairuza, yang dikenal dengan kecerdasannya dan kedalaman pemahaman tentang ekonomi Islam, berharap dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam praktik hukum dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkeadilan. “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa diterima di program studi impian saya. Ini semua berkat doa, dukungan, dan bimbingan dari guru-guru serta orang tua. Saya berharap dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya dengan senyum penuh rasa syukur. Fairuza sering kali menjadi rujukan bagi teman-temannya dalam diskusi mengenai ekonomi syariah dan hukum, menunjukkan kepemimpinannya dalam bidang tersebut.
Direktur Aqobah International School, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., juga menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para santri. "Kami sangat bangga dengan pencapaian yang luar biasa dari para santri kami. Ini adalah bukti dari kerja keras mereka dan dedikasi kami untuk memberikan pendidikan berkualitas. Semoga kesuksesan ini dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi dan meraih impian mereka," ujar Mr. Masrul Hidayatullah.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi para santri dan keluarganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas Aqobah International School. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus berjuang meraih impian mereka. Pungkas pria kelahiran Jombang