08 September 2023. Dibawah langit biru yang cerah, atmosfer di Musholah AIS terasa begitu penuh semangat saat Ustadz Ahmad Faqih M.Pd berdiri di mimbar untuk menyampaikan khutbah jumat yang menggugah hati. Kata-katanya bukan sekadar rangkaian kata, melainkan perjalanan mendalam ke dalam diri kita, membahas signifikansi taqwa (kesadaran spiritual) dan bagaimana kita dapat mengatasi perasaan iri dalam kehidupan sehari-hari.
Khutbah dimulai dengan seruan kepada jamaah untuk merenung dan mengevaluasi sejauh mana taqwa mereka, yaitu kesucian hati dan kesadaran spiritual terhadap Allah. Ustadz Ahmad Faqih, dengan tekad yang kuat, menggaris bawahi bahwa "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa." Pesan ini merupakan panggilan untuk bangun dari tidur spiritual kita dan menyadari bahwa kehidupan yang berarti dimulai dengan kesadaran akan Allah dalam setiap aspeknya.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Ahmad Faqih juga menyampaikan panduan untuk menghadapi kompleksitas perasaan iri yang sering menghinggapi batin manusia. Ustaz Ahmad Faqih mengingatkan kita akan larangan terhadap sifat iri yang telah diamanatkan dalam Al-Quran, terutama dalam Surah An-Nisa, ayat 32. Kita diajak untuk melepaskan perasaan iri terhadap harta dan berkah yang dimiliki oleh orang lain serta untuk melihat semua sesama manusia sebagai saudara, sesuai dengan perintah Allah.
Lebih lanjut, Ustaz Ahmad Faqih membahas tiga sisi iri dan dengki yang harus dihindari: iri ketika kebahagiaan orang lain memudar, iri ketika berkah orang lain berpindah, dan iri ketika kita merasa lebih dimuliakan dari pada yang lain. Namun, pesan ini disertai dengan seruan untuk bersyukur atas berkat yang kita terima dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Beliau juga menekankan bahwa segala yang kita miliki adalah pemberian dari Allah melalui jalan yang tak terduga. Kita diundang untuk bertawakal pada Allah, yaitu memiliki keyakinan tak tergoyahkan pada-Nya dalam semua aspek kehidupan kita.
Khutbah ini ditutup dengan pengingat penuh makna bahwa iri adalah bentuk perlawanan terhadap kehendak Allah yang dapat menghambat pertumbuhan spiritual kita. Doanya adalah agar kita semua terlindungi dari iri dan kedengkian yang bisa menghantui hati kita, serta agar selalu bersujud dalam ketaatan kepada-Nya dalam setiap langkah perjalanan hidup kita.
Khutbah Jumat ini bukan hanya kata-kata biasa; ini adalah perjalanan mendalam melalui konsep-konsep taqwa, perdamaian, dan perkembangan spiritual. Ini adalah panggilan untuk bangun dari tidur, meresapi pelajaran kehidupan, dan merancang masa depan yang lebih berarti dan mulia.