Dalam upaya mengenali potensi dan karakter santri sejak dini, Pondok Pesantren Aqobah International School (PP.AIS) menggelar tes psikologi bagi santri baru kelas VII dan X. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025, bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Mari Berproses dari Surabaya, dan dipandu langsung oleh psikolog profesional, Ibu Chairun Nissa’, M.Psi.
Tes psikologi ini tidak sekadar menjadi ajang penilaian, melainkan sebagai pintu awal untuk memahami setiap santri secara utuh, melihat potensi, mengenali karakter, serta menggali gaya belajar mereka. Dengan pendekatan yang lebih personal dan ilmiah, pendidikan diharapkan dapat diberikan secara tepat sasaran dan bermakna.
“Memahami anak sepenuhnya sebelum mendidik. Agar proses tarbiyah dan ta’lim efektif dan tepat sasaran. Untuk meraih kemanfaatan pembelajaran yang maksimal,” ujar Ibu Nissa dalam sesi pembukaan kegiatan.
Selama tes berlangsung, para santri mengikuti setiap tahapan dengan antusias. Salah satu peserta, Yordan Abdan Alfarisy, santri kelas VII, membagikan pengalamannya yang semula gugup namun kemudian merasa terbantu dan bersemangat. “Saya grogi di awal, tapi setelah ikut tes, saya jadi tahu potensi saya. Sekarang saya lebih percaya diri dan semangat belajar,” Ujar Yordan sambil tersenyum.
Direktur PP.AIS, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan di PP.AIS tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada proses mengenali dan menumbuhkan potensi fitrah setiap santri. “Di PP.AIS, kami ingin setiap santri tumbuh menjadi pribadi yang mengenal dirinya dan mampu berkembang sesuai potensi terbaiknya. Tes psikologi ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan pendekatan yang benar,” ungkap beliau.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat PP.AIS dalam membimbing santri bukan hanya dengan ilmu, tapi dengan pemahaman dan ketulusan hati. Sebuah langkah awal yang diyakini akan memberikan dampak positif dalam perjalanan pendidikan santri ke depan.