Pondok Pesantren Aqobah International School (PP.AIS) kembali menggelar agenda tahunannya yang penuh semangat global dan edukatif, AIS International Exhibition, pada 1 Agustus 2025. Tahun ini, pameran mengangkat tema "One world, many stories: Tales that unite us", sebuah tajuk yang menggambarkan kekayaan mitos, legenda, dan folklore dari berbagai belahan dunia sebagai jembatan nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.
Pameran internasional ini diikuti oleh santri jenjang SMP dan SMA yang tergabung dalam 22 kelompok negara, mulai dari Indonesia, India, Norwegia, hingga Kyrgyzstan. Setiap kelompok menghadirkan representasi budaya dalam bentuk poster, dekorasi, serta narasi interaktif yang disampaikan secara penuh dalam Bahasa Inggris. Para santri mendalami elemen-elemen seperti asal-usul mitos, tokoh-tokoh legendaris, nilai budaya, hingga dampak moral dari kisah-kisah rakyat yang mereka bawakan.nKegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pengasuh PP.AIS, KH. Ahmad Junaidi Hidayat, S.H., dan Ketua Yayasan Gus Haji Akhmad Kanzul Fikri, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para santri mampu menjadi pemuda global yang tetap berakar kuat pada nilai Islam dan budaya bangsa. “Melalui pameran ini, kami ingin menumbuhkan global literacy sekaligus karakter santri yang adaptif, kritis, dan kreatif dalam memaknai kebudayaan dunia,” ungkap Gus Fikri.
Tahun ini, penghargaan Best Country diberikan pada dua tingkatan. Di jenjang JHS (SMP), negara terbaik adalah India yang diwakili oleh santri Aisyah Anindya Almahira, Shafia Najwa Mumtaza, Elvina Nabila Rani, Noa Almas Najmalan, dan Qotrunnada Mughni S, di bawah bimbingan Ms. Zuhrotun Nisa, S.Pd.I. Tim India menyajikan ragam kisah menarik dari berbagai era dan kepercayaan, mulai dari legenda Hadi Rani, seorang istri bangsawan yang rela mengorbankan dirinya demi kehormatan suami; Birbal, penasihat cerdas dan humoris Kaisar Akbar; hingga mitologi Hindu seperti Ganesha, dewa berkepala gajah simbol kecerdasan dan awal yang baik, serta Varaha, inkarnasi dewa Wisnu dalam wujud babi hutan yang menyelamatkan bumi dari kehancuran.
“Kami belajar bahwa di balik mitos dan dewa-dewa yang beragam, tersimpan pesan moral yang dalam, seperti pengorbanan, kebijaksanaan, dan perlindungan terhadap bumi,” tutur Noa Almas, santri dari tim India.
Di jenjang SHS (SMA), dua negara dinobatkan sebagai Best Country, yaitu:
· Solomon Islands: Aziz Afuu Triansah, Ziven Quflun Prana P., Muniq Sanaya, dan Fatan Nasril Kamal, yang dibimbing oleh Miss Elisa Kholifatur Rohmah, S.Pd.
· Bosnia and Herzegovina: Althafan Fawwaz Nursaid, Aldebaran Heksagara, dan Muhammad Yazid, yang dibimbing oleh Mr. Moh. Zahir Masrul, M.Si.
Tim Bosnia mengeksplorasi cerita rakyat Vještica, sosok penyihir wanita dalam mitologi Slavia, dan Drekavac, makhluk menyeramkan dari roh anak-anak yang meninggal tanpa ritual keagamaan. Keduanya mencerminkan ketakutan sekaligus peringatan moral yang hidup dalam budaya Balkan. “Kami menggali kisah Stećci, Vještica, dan legenda Drekavac. Banyak yang belum tahu bahwa Bosnia memiliki lapisan budaya yang dalam, termasuk warisan Islam Eropa dan folklore yang sangat filosofis,” ujar Althafan Fawwaz, mewakili tim Bosnia dengan penuh rasa bangga.
AIS International Exhibition 2025 bukan sekadar pameran, tetapi ajang untuk memperkuat 21st century skills seperti public speaking, kreativitas visual, kolaborasi tim, dan pemikiran kritis. Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, yang mendukung peningkatan literasi global dan komunikasi lintas budaya para santri.
AIS International Exhibition 2025 bukan sekadar pameran, tetapi ajang untuk memperkuat 21st century skills seperti public speaking, kreativitas visual, kolaborasi tim, dan pemikiran kritis. Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, yang mendukung peningkatan literasi global dan komunikasi lintas budaya para santri. Sebagaimana disampaikan oleh Gus H. Akhmad Kanzul Firi, M.Pd. “AIS International Exhibition adalah wujud nyata dari integrated learning. Kami ingin membentuk generasi pembelajar yang global-minded namun tetap memiliki identitas kuat sebagai santri.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen PP.AIS dalam membentuk santri berwawasan global, kreatif, dan mampu menjembatani nilai-nilai budaya dunia melalui pendekatan edukatif dan islami.