Aqobah International School (AIS) kembali menggelar Student Led Conference (SLC) 2025 pada 20 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi santri untuk menyampaikan secara langsung perjalanan belajar mereka kepada orang tua, sekaligus merefleksikan capaian, tantangan, dan rencana pengembangan diri ke depan.
Berbeda dari pertemuan akademik konvensional, SLC menempatkan santri sebagai subjek utama pembelajaran. Santri tidak hanya melaporkan hasil belajar, tetapi juga “bercerita” tentang proses yang mereka jalani, nilai-nilai yang dipelajari, serta sikap yang terus dibangun selama satu semester.
Salah satu santri kelas 8 AIS, Daffa Abrisam Andromeda, mengungkapkan bahwa SLC memberikan pengalaman berharga baginya. “Awalnya saya deg-degan karena harus menjelaskan sendiri proses belajar ke orang tua. Tapi setelah dijalani, rasanya senang dan membuat saya lebih paham tentang perkembangan belajar saya.” Ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang hangat antara santri, orang tua, dan sekolah. Orang tua tidak hanya menerima laporan, tetapi diajak memahami proses belajar anak secara lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
Direktur Pondok Pesantren Aqobah International School, Mr. Masrul Hidayatullah, S.Si, menegaskan bahwa SLC merupakan bagian dari komitmen AIS dalam membangun budaya belajar yang reflektif dan bermakna.
“Student Led Conference adalah ikhtiar kami untuk menumbuhkan kesadaran belajar pada santri. Mereka belajar bertanggung jawab atas prosesnya sendiri, sementara orang tua dan sekolah berperan sebagai pendamping. Inilah pendidikan yang kami harapkan: kolaboratif, manusiawi, dan berorientasi pada pembentukan karakter,” jelasnya.
Dengan mengusung semangat Ikhtiar hari ini, bekal masa depan, AIS SLC 2025 diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran diri, adab, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.