Rabu, 2 Oktober 2024 - Pondok Pesantren Aqobah International School (PP. AIS) dihiasi dengan semangat santri merayakan Hari Batik Nasional dengan cara yang tak biasa! Diiringi senyum ceria dan tawa riang, para santri putri dengan antusias belajar membatik menggunakan metode celup yang unik dan praktis. Agenda ini dihiasi dengan warna-warni cantik yang memanjakan mata, menunjukkan hasil karya batik yang luar biasa kreatif.
Agenda spesial ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi santri, tetapi juga menyisipkan pesan penting tentang pelestarian budaya. Dengan metode celup, para santri berhasil menghasilkan motif-motif batik yang menawan dalam waktu singkat. Dimulai dari proses merendam kain putih hingga mencelupkannya ke dalam pewarna alami, setiap santriwati larut dalam proses kreasi yang menggugah rasa bangga akan kekayaan warisan budaya Indonesia.
Mr. M. Niky Nur Komaruddin, S.Sos., Ketua Departemen Student Affair AIS, sangat mengapresiasi semangat para santri. “Saya senang sekali melihat antusiasme kalian hari ini. Kegiatan membatik ini bukan sekadar belajar membuat kain bermotif, tetapi juga memahami bahwa batik adalah bagian dari identitas nasional kita. Melalui metode celup yang mudah dilakukan, kalian dapat menciptakan hasil yang indah dalam waktu singkat. Pesan saya, jangan lupakan identitas dan tradisi kalian. Batik bukan sekadar kain, tapi cerminan budaya yang harus kita lestarikan bersama,” tuturnya dengan penuh makna.
Arumi Rizuka Kalila, santriwati kelas 9 asal Bangkalan, Madura, juga berbagi pengalaman serunya dalam acara ini. “Awalnya saya pikir membatik itu rumit dan butuh waktu lama. Tapi ternyata metode celup ini asyik banget! Saya bisa membuat pola sendiri, dan ketika kainnya diangkat dari pewarna, hasilnya benar-benar di luar dugaan. Senang sekali rasanya bisa ikut merayakan Hari Batik dengan cara yang kreatif dan penuh warna seperti ini!” ujarnya dengan mata berbinar.
Di akhir acara, para santriwati pun berpose bersama hasil karya batik mereka, menciptakan momen-momen indah yang penuh kebanggaan. Terlihat senyum bangga menghiasi wajah mereka, menunjukkan bahwa batik bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga ekspresi kecintaan mereka terhadap Indonesia.
Melalui kegiatan ini, PP. AIS berharap santriwati tidak hanya mampu memahami nilai budaya dari batik, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk terus melestarikan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga semangat batik ini terus tertanam dan menjadi pengingat bahwa identitas bangsa harus selalu dijaga, di tengah gempuran modernitas yang kian berkembang. Selamat Hari Batik Nasional!