Minggu Pagi, nampak wajah ceria Santri AIS ketika akan berziarah ke Makam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdurrahaman Wahid. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan sebagai bentuk penanaman amaliyah Aswajah. Rombongan dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok putri (akhwat) dan kelompok putra (Ikhwan) yang dibimbing dengan Murobbinya masing-masing (26/02/2023).
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Murobbiyah PP AIS, Ms. Nila Firdawati S.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ziarah ini diawali dengan ziarah ke Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, yang dikenal sebagai pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nadhatul Ulama (NU). Di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Rombongan juga berziarah ke makam cucunya, yakni KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang dikenal sebagai Presiden ke-4 RI, yang makamnya bersebelahan dengan kakeknya. Sesampainya di kompleks pemakaman Tebuireng, Santri AIS melaksakan Tahlil dan Yasin bersama dimpimpin oleh Murrabinya masing-masing. Dengan khusuk para santri mendoakan para Syuhada yang telah berjuang untuk kepentingan agama islam.
Menurut Miss Nila, ziarah rutin dilakukan sebagai upaya ngalap berkah dan menghormati perjuangan para ulama dalam menyebarkan syariat islam. Selain itu orang yang berziarah ke makam Syuhada akan mendapatkan dua keberkahan. Keberkahan pertama yakni dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT. Keberkahan kedua, sifat-sifat kebaikan yang beliau miliki akan membekas dan menular kepada kita. Terakhir Ms. Nila menyampaikan ‘‘Hikmah dari kegiatan ini, semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mencintai ulama agar mendapatkan limpahan keberkahannya’’.
.jpeg-1721564.jpeg)


.jpeg-6371222.jpeg)